by

Produk yang Diimpor Indonesia Sepanjang Maret 2019

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor Indonesia mencapai USD 13,49 miliar pada Maret 2019. Angka ini tercatat naik sebesar 10,31 persen dibandingkan pada Februari 2019.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, kenaikan impor ini salah satunya disebabkan beberapa barang konsumsi yang meningkat. Adapun di antaranya adalah air conditioner (AC), anggur, dan jeruk mandarin.

“Konsumsi yang naik barangnya di antaranya impor AC, mesin-mesin AC kemudian anggur fresh dari aussie,” ujar Suhariyanto di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Selain beberapa komoditas tersebut, Indonesia juga ternyata sudah mulai mengimpor kurma jelang Ramadan. Tercatat pada Maret, Indonesia sudah mengimpor kurma segar dan kering sebesar USD 19 juta.

“Selain anggur, ada impor jeruk mandarin baik fresh dan dry. Satu lagi karena mendekati Ramadan ada impor kurma dari Tunisia, sesuatu yang biasa,” jelas Suhariyanto.

Menurut penggunaan barang, impor juga disumbang oleh impor bahan baku atau penolong yang mencapai minus 21,11 persen secara month to month atau turun senilai USD 9,01 miliar.

Suhariyanto menjelaskan jika dibandingkan pada Maret 2018 impor bulan ini mengalami penurunan sebesar 6,67 persen. Selain itu, jika dilihat pergerakan impor dibandingkan Januari-Maret 2018 nilai impor Januari-Maret 2019 tercatat lebih rendah.

Secara kumulatif total impor Januari-Maret 2019 tercatat mencapai USD 40,7 miliar. Jika dibandingkan Januari-Maret 2018 nilai tersebut tercatat turun sebear 7,40 persen.

“Dengan catatan, impor terbesar masih mesin dan pesawat mekani, dan mesin dan perlatan listrik,” tandasnya. *

(sumber: liputan6.com)

Comment

News Feed