by

Skenario Simulasi, Ratusan Massa “Geruduk” Kantor KPU

KARIMUN (HK)- Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karimun tiba-tiba mencekam. Ratusan massa simpatisan salah satu partai politik menggeruduk kantor KPU Karimun, Kamis (11/4). Mereka menuntut KPU agar melakukan penghitungan ulang surat suara, karena terindikasi terjadinya kecurangan.

Kericuhan itu berawal ketika enam orang saksi salah satu parpol tidak terima dengan hasil penghitungan surat suara. Mereka meminta Ketua KPU Karimun melakukan penghitungan ulang suara. Polisi yang hadir meminta mereka menyampaikan aspirasi dengan dengan cara yang sesuai aturan.

Massa tak menghiraukan permintaan polisi, mereka terus memaksa untuk menerobos masuk ke dalam kantor KPU. Secara paksa mereka terus merangsek masuk ke dalam. Bahkan, petugas keamanan Kantor KPU kewalahan menghadapi situasi ini. Polisi kemudian mengambil tindakan tegas untuk mengamankan situasi itu.

Parahnya, keadaan makin tak terkendali ketika ratusan massa dari kelompok lain mendatangi kantor KPU. Situasi makin memanas. Kantor KPU semakin mencekam. Tiba-tiba pasukan Dalmas Polres Karimun yang sudah disiagakan di lokasi mulai mengamankan aksi massa. Namun, keadaan belum juga membaik.

Selama beberapa menit setelah itu, datang bantuan pasukan anti huru hara Polda Kepri bersenjata lengkap untuk membubarkan kelompok massa. Petugas bahkan sampai harus menembakkan gas air mata dan menurunkan mobil water canon. Massa akhirnya bisa dibubarkan dengan tembakan gas air mata.

Rangkaian cerita di atas bukanlan kejadian sebenarnya, peristiwa itu merupakan skenario Simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) yang digelar Polres Karimun di Coastal Area Tanjungbalai Karimun. Simulasi itu dalam rangka kesiapsiagaan menghadapi situasi kontijensi di wilayah hukum Polres Karimun.

“Simulasi ini yang kedua kita laksanakan. Artinya, kita tidak boleh lengah. Kita tetap harus waspada dan siap siaga. Karena, Pemilu kurang dari 6 hari lagi, tentunya dibantu dan sinergitas dari TNI, kita sepakat untuk menciptakan dan menjamin pengamanan pemilu sampai ke TPS,” ungkap Kapolres Karimun AKBP Hengky Pramudya.

Hengky berharap, seluruh masyarakat Kabupaten Karimun tentu saja sangat mencintai perdamaian dan perwujudan kondusifitas nanti pada pelaksanaan Pemilu. Hengky mengajak masyarakat Karimun untuk hadir pada Rabu, 17 April 2019 untuk datang ke TPS untuk menyalurkan hak pilih dan suaranya.

“Kegiatan ini tentunya untuk melatih anggota dalam menghadapi suasana kontijensi, baik itu konflik sosial, bencana alam maupun terorisme. Pada pelaksanaan Pemilu, kami meminta bantuan TNI untuk patroli dan pengamanan objek vital. Pada 14 April kita kedatangan 172 personel Polda Kepri untuk pengamanan TPS,” pungkasnya. (ham)

Comment

News Feed