by

Prabowo: Garuda, Pertamina, PLN, Semua Dirampok!

Yogyakarta (HK)- Capres Prabowo Subianto menyebut banyak BUMN dirampok. Prabowo mencontohkan BUMN seperti Garuda, Pertamina dan PLN.

“BUMN-BUMN kebanggaan kita, BUMN-BUMN milik rakyat kebanggaan kita, Garuda, Pertamina, PLN, semua dirampok saudara-saudara sekalian,” ucap Prabowo dalam orasinya.

Hal itu disampaikan Prabowo di acara kampanye terbuka Pilpres 2019 di Stadion Kridosono Yogyakarta, Senin (8/4). Kampanye ini dihadiri sejumlah tokoh, salah satunya politikus senior PAN Amien Rais.

“Nanti, nanti mereka tanya ‘mana buktinya? Mana buktinya?’ Bung, bung. Buktinya ada segudang ada di BPK. BPK mengumumkan ada ribuan, belasan ribu temuan tidak ada tindak lanjut,” sambungnya.

Prabowo mengaku muak dengan perbuatan elite-elite di Jakarta. Menurutnya, banyak elite di Jakarta yang suka membohongi rakyat. Tak hanya itu, Prabowo juga menuding elite di Jakarta jahat.

“Saya muak-muak dengan ulah-ulah elite yang jahat di Jakarta itu, muak. Selalu bohong, selalu bohong, bohong, bohong. Bohong kepada rakyat,” tuturnya.

Dalam orasinya Prabowo juga menyinggung adanya media televisi yang suka menunggu dirinya salah berbicara. Prabowo mengklaim dirinya tak pernah salah berbicara dalam setiap orasinya.

“Itu (jurnalis) TV datang ke sini itu tahu nggak, bukan untuk meliput. Itu menunggu saya salah bicara. Saya tidak takut! Karena saya tidak salah bicara. Saya bicara apa yang ada di hati saya,” tutupnya.

Pidato Bung Karno

Di awal orasi politiknya, Prabowo mengutip pidato Bung Karno tahun 1930.

“Pidatonya Bung Karno di depan pengadilan Belanda tahun 1930, saya kutip ya, ‘Pergerakan, pemberontakan, dan lain sebagainya, lahir bukan karena hasutan kaum intelektual, pergerakan lahir adalah alamiah karena penderitaan rakyat yang tak tertahankan’,” kata Prabowo di depan massa pendukungnya yang memadati stadion, Senin (8/4).

Prabowo lantas bertanya kepada ribuan massa yang hadir di kampanye tersebut, apakah kedatangan mereka dibayar oleh pihak-pihak tertentu.

“Saudara-saudara sekalian, kalian hadir di sini, emak emak yang saya cintai, saudara berdiri himpit-himpitan, saudara jalan kaki dari tempat yang jauh, saudara ke sini saya tanya apakah saudara dikasih duit atau tidak?” tanya Prabowo yang dijawab serentak oleh massa ‘Tidaakkk!’.

Menurut Prabowo, massa pendukungnya yang menghadiri acara kampanye ini disebutnya karena paham bahwa kondisi Indonesia sedang sakit.

“Saudara ke sini karena saudara mengerti, saudara paham bahwa negara kita dalam keadaan tidak benar, emak-emak yang lebih tahu, negara ini sedang sakit. Telah terjadi ketidakadilan yang sangat-sangat parah di republik ini,” ujarnya.

Dalam orasinya, Prabowo sempat melontarkan kata ‘bajingan’. Namun, sebelum itu, dia sempat meminta izin apakah boleh berbicara keras dalam orasinya.

Awalnya, Prabowo menyampaikan bahwa kondisi Indonesia sedang sakit. Dia menyebut banyak terjadi ketidakadilan.

“Ini bukan republik yang diperjuangkan oleh Bung Karno, Bung Harta, oleh Ahmad Dahlan, oleh Hasyim Asy’ari, bukan ini!” kata Prabowo, Senin (8/4).

“Ini adalah, saya tidak tahu bagaimana terjadi, segelintir orang menguasai kekayaan ratusan juta bangsa Indonesia,” lanjutnya.

Prabowo kembali mengulangi pernyataannya bahwa Ibu Pertiwi sedang ‘diperkosa’.

“Negara kita sedang sakit, Ibu Pertiwi sedang diperkosa, hak rakyat sedang diinjak-injak. Segelintir orang, elite di Jakarta seenaknya saja merusak negara ini, mereka adalah… ini boleh nggak bicara agak keras di sini, Pak?” kata Prabowo sambil menengok ke kursi di belakang keberadaan Prabowo berdiri untuk berorasi di atas panggung.

Deretan kursi itu diduduki para petinggi parpol koalisi, BPN, pendukung, dan relawan. Prabowo juga sempat bertanya kepada massa pendukungnya yang memadati stadion.

“Tinggal… tinggal 10 hari lagi deh, mereka adalah ‘bajingan-bajingan’,” ucap Prabowo yang disambut riuh dan tepuk tangan massa.

Prabowo lantas melanjutkan orasinya yang ditujukan kepada para awak media yang datang meliput kampanye ini.

“Nanti ada yang tanya, nanti ada yang tanya, ‘Prabowo, sebut dong siapa itu yang dimaksud?’, ‘Prabowo sebut dong’, eh bener? Bener? Ini ada kamera ini, ini miliknya miliknya ‘mereka’ tu, halo media, halo media. Gue kasihan sama wartawannya, dia rekam lama nggak pernah ditayangkan,” ujar Prabowo sambil goyang Gatotkaca.

“Lo minta gue sebut namanya satu-satu? Eh nanti gue sebut namanya lengkap dengan alamatnya. Nggak berani, kan?” sambungnya. (dtc)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed