by

Jaringan Demokrasi Indonesia Kawal Jalannya Pemilu

BATAM (HK) – Sejumlah mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mendirikan Jaringan Demokrasi Indonesia (JADI), guna ikut berpartisipasi mengawal dan mendorong terlaksananya Pemilu yang Jujur, adil serta berkeadilan, integritas dan tata kelola pemerintahan yang baik.

Koordinator Presedium Jaringan Demokrasi Indonesia (JADI) Provinsi Kepri, DR Razaki Persada mengatakan peran JADI menjelang pelaksanaan pemilu 2019 ini adalah melihat bagaimana persiapan akhir dari penyelenggara pemilu untuk melakukan pungutan suara.

Dalam hal ini, JADI hadir untuk memberikan dukungan bagaimana pesta demokrasi ini berjalan dengan baik sesuai yang diharapkan aman dan damai terutama untuk Provinsi Kepri. Karena kalau ada isu-isu strategis, maka itu harus diantisipasi supaya tidak terjadi letupan.

“Pengalaman saya yang pernah sebagai penyelenggara pemilu lebih kurang selama 16 tahun bahwa di setiap pelaksanaan pemilu itu pasti ada muncul masalah, tapi masalah itu adalah bukan rintangan,” kata Razaki dalam sambutannya di acara pelantikan dan deklarasi Presedium JADI Provinsi Kepri Periode 2019-2024, Sabtu (6/4) di Gedung LAM Kota Batam.

Dijelaskan Razaki, bahwa masalah yang muncul itu adalah masalah yang sudah diselesaikan sebelumnya muncul lagi dan berkemungkinan juga ada masalah baru. Masalah yang lama itu diantaranya masalah pemilih, politik uang, netralitas penyelenggara pemilu dan lain-lainnya.

“JADI lahir dan kita berhimpun bukan untuk mengada-ada tapi adalah semangat dan militansi selaku yang pernah menjadi penyelenggara pemilu supaya para generasi penerus, yaitu KPU dan Bawaslu itu dapat melakukan tugasnya dengan sebaik-baiknya,” ucap Razaki.

Ketua Presedium JADI Pusat. Dr. Juri Ardianto mengatakan bahwa manfaat pertama yang didapatkan bagi Presedium JADI adalah forum silaturahmi sesama alumni yang pernah sama-sama bekerja dalam mengawas pemilu baik itu di KPU maupun Bawaslu yang ada di seluruh kabupaten dan kota di Indonesia.

Lebih dari itu, para alumni pengawas pemilu itu adalah orang-orang yang masih semangat dan semangatnya itu belum habis untuk bersama-sama memperbaiki kualitas demokrasi di negeri ini terutama dalam pelaksanaan pemilu.

Dalam kegiatan pelantikan dan deklarasi Presedium JADI Kepri itu juga disertai diskusi publik tentang isu strategis upaya kawal pemilu dan jaga suara pemilu 17 April 2019. Adapun sebagai pembicara utamanya adalah Ketua Presedium JADI Pusat, Juri Ardianto (mantan KPU RI dan Bawaslu DKI, Ketua Bawaslu Kepri, M Sahri Papene dan Sekretaris KPU Kepri, Ardiantoro. (cw64)

Comment

News Feed